Islam Nusantara



RAMADHAN DAN ISLAM NUSANTARA

Islam nusantara memang unik.
Secara ajaran, Islam Indonesia sama dengan islam di belahan dunia manapun.
Tapi, ekspresi keberislaman nusantara punya corak yang beragam dan kaya.
Mencerminkan keragaman dan kekayaan budaya nusantara.
Dalam menyambut bulan ramadhan saja misalnya, hampir setiap tempat di nusantara punya cara yang berbeda.

Di Aceh, ada Meugang. Sebuah tradisi dimana satu hari sebelum puasa, anak yang sudah menikah, punya kewajiban untuk membeli dan mengantar daging sapi ke rumah orang tua dan mertua mereka. Meugang, adalah simbol perhatian dan solidaritas dari yang muda terhadap yang tua menjelang puasa.

Lain Aceh, lain Sunda. Di Sunda, ada tradisi Munggah, yaitu berkumpul dengan keluarga besar. Bersilaturahmi dan berbagi solidaritas. Pantang bagi orang Sunda untuk melewatkan sahur dan berbuka puasa bersama keluarga di hari pertama, di hari ramadhan.

Di Banyumas Jawa Tengah, ada tradisi makan bersama menjelang ramadhan yang disebut Perlon Unggahan. Dalam tradisi yang penuh dengan semangat solidaritas ini, ada tiga jenis makanan yang tidak boleh ketinggalan, yaitu nasi bungkus, serundeng sapi, dan sayur becek.

Di Benteng Sulawesi Selatan, menjelang puasa ada tradisi Amuntuli Bulang, yg berarti memyambut bulan. Sebelum menggelar acara, keluarga mempersiapkan aneka hidangan lezat, seluruh anggota keluarga duduk bersila di depan aneka hidangan sambil mengaji dan berdoa yang dipimpin oleh guru ngaji atau tokoh adat.

Banyak lagi ekspresi keislaman yang bisa diceritakan.
Intinya ekspresi keberislaman kita, islam nusantara, warna-warni indah dan kaya.


Marhaban ya Ramadhan.
Bulan suci, bulan tempat kita meningkatkan solidaritas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Instagram