Perempuan dan Politik
Perempuan jadi pemimpin?
Emang boleh ya perempuan jadi pemimpin.
Ada anggota DPR perempuan?
Emang mereka bisa kerja?
Pasti nggak bener tuh kerjaannya.
Udahlah perempuan di rumah aja.
Diatas adalah kata-kata dari mulut orang yang takut bersaing. Kali ini saya akan bahas bidang yang lagi hangat saat ini, yaitu politik.
Ketika seorang perempuan berbicara masalah mengenai politik, dia selalu diberi komentar yang cenderung negatif.
Politik dianggap bukan hal yamg cocok untuk menjadi pembicaraan kaum perempuan. Seringkali pula politik dan perempuan dianggap tidak memiliki keterkaitan satu sama lain, bahkan oleh kaum perempuan itu sendiri.
Coba bayangin deh, kalo banyak kaum perempuan yang turun di kancah politik, isu-isu seperti poligami, human trafficking, kekerasan seksual dan juga kekerasan terhadap anak akan banyak dibahas sehingga bisa dicariin solusinya.
Berarti perempuan kerjaannya nggak cuma curhat dan gosip aja, iya kan?
Coba kita lihat proporsi perempuan di sistem politik Indonesia, khususnya di DPR RI.
Permasalahan perempuan dan anak-anak hanya bisa diatasi jika suara perempuan terwakili di DPR RI. Itu logikanya.
Faktanya, sekarang ini sudah ada 30% kuota yang tersedia di pemilihan legislatif. Tapi, baru 17,3% di DPR RI yang terpenuhi. Padahal itu dari 560 anggota DPR RI loh.
Emangnya ada yang mau dipimpin oleh perempuan?
Emangnya ada yang mau coblos mereka?
Minimnya keterlibatan perempuan di DPR dan dibarengi pula kurangnya keinginan perempuan di dunia politik adalah alasan yang logis untuk menggambarkan politik dan perempuan.
Jika hal ini terus dibiarkan, maka masa depan perempuan Indonesia akan semakin suram.
Terkait korupsi, kalau seorang perempuan itu terlibat korupsi, itu karena dia diberikan kekuasaan atau menjadi bagian jaringan penguasa. Ini bukan perkara gender loh ya, karena pada dasarnya keserakahan merupakan sifat dasar manusia, yang sama-sama dimiliki baik laki-laki maupun perempuan.
Hanya perempuan luar biasa yang bisa kebal dari korupsi.
Kalo gitu, bisa dong saya jadi anggota DPR?
Menjadi anggota DPR memang baik, karena bisa secara langsung mewakili suara perempuan. Tapi, itu bukan satu-satunya cara untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik bagi perempuan Indonesia.
Kepedulian kaum perempuan terhadap isu-isu politik juga penting, apalagi kaum perempuan, juga seorang IBU yang mendidik generasi penerus bangsa.
Jadi.. kalo ada pertanyaan, ngapain sih kamu mikirin politik?
Jawabannya adalah,
Saya harus memikirkannya, karena ini menyangkut masa depan saya, anak-anak saya dan kita semua sebagai perempuan.
Popular Posts
-
Kalian pikir dosen cuma dibedain dosen killer dan nggak killer. Kalian s.alah besar, dosen itu ada macem-macem jenisnya. Yang per...
-
Kuliah itu impian banyak orang. Terutama bagi mereka yang lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA). Tidak mempunyai ketrampilan yan...
-
Apakah kamu punya mimpi? Apakah aku punya mimpi? Lebih dari jutaan manusia hidup di muka bumi. Menjalani hari demi hari. Melakukan r...
Facebook Page
Labels List Numbered
About
Diberdayakan oleh Blogger.
About Me
Blog Archive
Blog Archive
Press
No matter where you are and what you look like. Create your own style.Let it be unique for yourself and yet identifiable for others.
The creation begins deep by yourself. Be inspired in my world and give your life an extra boost. So show yourself more and just be you ♥
The creation begins deep by yourself. Be inspired in my world and give your life an extra boost. So show yourself more and just be you ♥

Tidak ada komentar:
Posting Komentar