Hari ini tanggal 12 Mei 2017.
Tepat 19 tahun yang lalu, ada sebuah peristiwa yang luar biasa di Indonesia.
Yang sekarang kita kenal sebagai Tragedi Trisakti.
Banyak buku yang menceritakan bagaimana kerusuhan dan kekejaman di masa itu. Selain buku, tragedi ini juga diangkat menjadi sebuah film.
Peristiwa ini adalah sebuah lembaran hitam sejarah Indonesia.
Ir.Soekarno pernah mengatakan "Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri".
Ucapan tersebut sangat menggambarkan Indonesia pada saat itu, dan Indonesia seterusnya.
Mei 1998
Hari itu negeri berjalan tanpa pemerintah.
Hukum ditelantarkan.
Huru-hara dimana mana.
Langit menghitam oleh kobaran asap.
Dari rumah-rumah, dari pertokoan, semua terkesima.
Tak ada yang siap melindungi diri dari keganasan ini.
Massa bagaikan kerumunan semut, merangsak ke tengah-tengah kota.
Turun dari truk yang muncul tiba-tiba.
Entah darimana datangnya.
Mereka memasuki rumah-rumah kaum sipit mata.
Menyeret para penghuninya.
Menghajar para pria, menganiaya para perempuan.
Tak diketahui rimba nya.
Semakin siang, semakin tak terbilang jumlahnya.
Teriakan bergema, semakin liar.
Teriakan untuk para kaum china semakin lantang.
Ada yang memilih mengambil nyawa nya sendiri, daripada dirampas secara paksa.
Jakarta lautan api.
Dimana aparat keamanan?
Tidak ada yang terlihat.
Kerusuhan merajalela.
Bagaikan api, bagaikan ular.
Terenggut sudah kehormatan.
Karena singa-singa berandal itu.
Tak ada belas kasihan terhadap seorang perempuan.
Gerakan mahasiswa mulanya hanya unjuk rasa, reformasi disebutnya.
Gerakan tersebut menjadi gelombang besar demonstrasi.
Empat mahasiswa tewas tertembak.
JANGAN SAMPAI HAL SERUPA TERJADI DI BUMI PERTIWI.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar